
Tiap pilihan, kita sadar atau tidak, ada alasan yang melatarinya. Ketika Anda memutuskan berumah tangga, tentu ada sebab mulanya. Boleh jadi karena dianjurkan agama, umur telah mencukupi, ingin melanjutkan keturunan, atau alasan-alasan lain. Sebaliknya, ketika ada dari kita yang belum atau tidak menikah, tentu ada alasannya juga Mungkin karena belum bertemu jodoh yang tepat atau tak mampu secara ekonomi.
Begitu juga dalam berinvestasi. Tentu kita memiliki macam-macam alasan, mengapa kita harus berinvestasi. Mungkin ada yang karena ingin tambah kaya, untuk mengantisipasi kalau-kalau harga naik, untuk persiapan menjelang pensiun, atau bahkan karena ikut-ikutan teman agar tak dikatakan ketinggalan jaman.
Persolannya, apakah alasan-alasan tersebut tepat? Misalnya, kita investasi karena ingin bertambah kaya Sepintas kelihatannya tak ada yang salah dengan argument tersebut. Tetapi, kalau alasannya semata-mata kerena kekayaan, kita akan terjebak dalam paradigma kapitalis, hanya mementingkan diri sendiri. Pemikiran seperti itu juga rentan membawa kita mengagung-agungkan dunia, hingga lupa pada akhirat.
Bukankah Rasulullah pernah bersabda "Bukanlah sebaik-baiknya kamu orang yang bekerja untuk dunianya saja tanpa akhirat-nya, dan bukan pula orang-orang yang bekerja untuk akhiratnya saja dan meninggalkan dunianya Dan sesungguhnya sebaik-baiknya kamu adalah orang yang bekerja untuk(akhirat) dan untuk (dunia)"
Oleh karena itu, penting untuk memiliki alasan-alasan yang tepat, agar investasi yang kita lakukan bukan hanya bermanfaat bagi diri kita, tetapi juga mendapat rahmat Tuhan. Nah, alasan apa seharusnya yang perlu dimiliki oleh seorang ketika memutuskan akan berinvestasi? Ada tiga alasan, yaitu Tuhan, pribadi, dan sosial.
Alasan pertama dan paling utama mengapa berinvestasi ialah semata-mata karena beribadah kepada Tuhan. Setiap aktivitas kita di dunia ini, sesungguhnya adalah untuk beribadah. Tak terkecuali dengan investasi. Apabila semua daya dan upaya dalam investasi kita kerahkan karena ibadah, maka rasa takut bahwa investasi kita akan rugi, tak akan ada, karena Tuhan Maha pemurah lagi Maha kaya. Hidup kita senantiasa diliputi ketenangan karena percaya, investasi yang kita lakukan diridhai-Nya. Hasil akhir yang kita peroleh, Insya Allah, adalah rizki yang halal dan melimpah, serta kebahagaiaan dunia akhirat.
Yang kedua, alasan pribadi.Tuhan telah meminta kita untuk berusaha sebaik-baiknya untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, karena rahmat itu tak akan jatuh dari langit. Untuk itu Dia menganugrah-kan akal akal pikiran kepada umat manusia, sebagai sarana yang kita optimalkan untuk mencapai tujuan mulia tersebut. Investasi adalah salah satu caranya. Dengan berinvestasi, kita dapat merubah nasib kita sendiri, dari seorang miskin menjadi jutawan, bahkan milyuner.
Alasan terakhir, investasi untuk kepentingan umat (sosial). Tuhan menciptakan manusia untuk menjadi pemimpin di muka bumi. Sebagai pemimpin, adalah tugas kita ialah membawa kebaikan bagi manusia lain. Melalui Investasi hubungan sesame manusia dapat terjalin. Melalui investasi, pola silaturahmi yang saling menguntungkan dapat berlangsung, bahkan tanpa tiap pihak saling mengenal. Misalnya, dengan memberikan informasi seperti ini, insyaAllah membantu anda mencapai kesuksesan.
Anda sering mendengar kata “investasi”, yang menarik, apa saja yang terlintas dibenak saudara ketika mendengarnya ? apakah anda langsung berfikir tentang saham, valas atau reksadana ? atau keuntungan yang udah dan cepat ? atau anda berpikir tentang resiko kehilagan uang ? atau anda berpikir tentang penipuan yang berkedok investasi ? jangan – jangan yang pertama terlintas dipikiran anda adalah menyamakan investasi dengan judi ?
Kalau anda memang berpikir demikian, anda sudah berpikir terlalu jauh. Sebelum memuja atau menuduh si “ investasi “ ini sebagai mahluk ajaib penghasil uang atau biang keladi kerugian, mari kita kembali kearti dasarnya.
Arti Investasi secara umum adalah :
Menggunakan dana anda saat ini untuk mendapatkan keuntungan untuk msa depan
Ah ? masa sesederhana itu ???
Benar, artinya sesederhana itu. Anda tentu bertanya – Tanya, “ kalau saya menggunakan uang saya saat ini, kok bisa mendapat uang lebih banyak dimasa mendatang ?” itulah seninya investasi, anda tentu tidak mengharapkan uang anda bertumbuh dengan menyimpannya dibawah bantal, tetapi anda bisa mengharapkannya tumbuh dengan menanamkannya ke instrument investasi.
Nah, saham, forex, reksadana yng tadi terintas dalam pikiran anda aalah salah satu instrument investasi, deposito dan tabungan juga salah satunya. Membeli tanah dilokasi baguspun investasi, bahkan meminjamkan modal untuk teman yang terpercaya membuka restaurant pun investasi.
Mungkin muncul pertanyaan, “ apa betul semua investasi menguntungkan ? kalau begitu kenapa si A, teman saya cerita dia rugi di investasi ? “ atau “ kok… saya merasa investasi itu seperti judi ya ? “
Pertanyaan menarik, jawabannya adalah “ sudahkah anda memaami apa yang anda perlukan sebelum berinvestasi ? “, sudahkah anda memiliki Pengetahuan, Informasi, Pengalaman dan Waktu ?

Pada era tahun 70 hingga akhir 90 an, mereka yang awam lebih terbiasa dengan investasi sektor riil seperti sektor properti dan perkebunan. Namun setelah masa krisis moneter menimpa negara kita, para investor mulai mencari jenis investasi dengan return yang besar dalam tempo yang singkat dan disinilah trend investasi sektor finansial mulai booming.
Investasi sektor riil (properti misalnya) umumnya membutuhkan modal yang besar dan memakan waktu yang relatif lama untuk berkembang karena besarnya modal maka likuiditasnya tidak secepat sektor finansial.
Ambillah contoh bila kita membeli sebuah rumah untuk investasi. Kelebihannya nilainya biasanya tidak pernah menurun dan selalu meningkat. Namun dilain sisi, setelah beberapa tahun, Anda hendak mencairkan investasi Anda, maka Anda harus mencari seseorang yang memiliki dana yang cukup untuk membeli rumah Anda yang nilainya mungkin sudah naik puluhan hingga ratusan persen. Mencari pembeli yang seperti ini tidaklah mudah, disinilah masalah likuiditas terjadi.
Lalu dimana posisi Bisnis ini? Dia ada di dalam golongan Pasar Uang & Bursa Komoditi Berjangka.
INILAH PELUANG INVESTASI TERHEBOH SEJAK THN 2010!!!!
OK!!! Berarti Anda Adalah Orang Tepat untuk Membaca Catatan ini..........!!!
NO ACTION......... NO MONEY.......SUCCES DOESN'T COME TO YOU..! YOU GO TO IT..!IF YOU CAN DREAM IT..! YOU CAN DO IT..!!!
JUST DO IT ...... GO....FINANCIAL FREEDOM.....
PUSAT PELATIHAN INVESTOR VGMC PADANG (SAMPAI BISA.!!)
BUDI SANJAYA, S.KOM (Padang)Location : Tanah Datar Shareholder ID :
—————
Location : Padang Shareholder ID :
—————
Location : Padang Shareholder ID :
—————
Location : Pekanbaru Shareholder ID :
—————
Location : Padang Shareholder ID :
Apakah Anda berminat dengan Investasi ini?